Andainya engkau jodohku yang tertulis di Lauhul Mahfudz Allah pasti akan menanamkan kasih dalam hatiku dan rasa sayang dihatimu karena itu janji Allah "Dan tidak ada satupun yang tersembunyi di langit dan di bumi melainkan (tercatat) dalam kitab yang jelas (Lauhul Mahfudz)"
(Q.s.An naml 27;75)

Sabtu, 13 Desember 2014

Beri makan yang enak pada kesayangan kita


Petrol (biasa disebut gasoline di Amerika Serikat dan Kanada; di Indonesia biasa disebut bensin) adalah cairan campuran yang berasal dari minyak bumi dan sebagian besar tersusun dari hidrokarbon serta digunakan sebagai bahan bakar dalam mesin pembakaran dalam. Istilah gasoline banyak digunakan dalam industri minyak, bahkan dalam perusahaan bukan Amerika. Kadangkala istilah mogas (kependekan dari motor gasoline, digunakan mobil) digunakan untuk membedakannya dengan avgas, gasoline yang digunakan oleh pesawat terbang ringan. Karena merupakan campuran berbagai bahan, daya bakar bensin berbeda-beda menurut komposisinya. Ukuran daya bakar ini dapat dilihat dari bilangan oktan setiap campuran. Di Indonesia, bensin diperdagangkan dalam dua kelompok besar: campuran standar, disebut premium, dan bensin super.
 Oktan adalah angka yang menunjukkan berapa besar tekanan maksimum yang bisa diberikan di dalam mesin sebelum bensin terbakar secara spontan. Di dalam mesin, campuran bensin dan udara (berbentuk gas) bisa terbakar sendiri secara spontan sebelum terkena percikan api dari busi. Jadi, semakin tinggi angka oktannya, semakin lama bensin itu terbakar spontan. Pembakaran spontan ini menimbulkan ketukan di dalam mesin yang biasa disebut gejala ngelitik atau knocking. Pembakaran spontan ini sebisa mungkin dihindari dengan angka oktan yang tinggi. Jika masih menggunakan premium yang beroktan 88, maka mesin akan ngelitik atau knocking.
1.        PREMIUM
Premium adalah BBM jenis distilat berwarna kekuningan yang jernih. Premium merupakan BBM yang paling populer di Indonesia. Premium di Indonesia dipasarkan oleh Pertamina dengan harga relatif murah, karena memperoleh subsidi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Premium merupakan BBM dengan oktan atau Research Octane Number (RON) terendah di antara BBM untuk kendaraan bermotor lainnya, yakni hanya 88.
Karakteristik Premium:
  • Menggunakan tambahan pewarna dye
  • Mempunyai Nilai Oktan 88 
  • Menghasilkan NOx dan Cox dalam jumlah banyak

Tips bagi pengguna Premium

  • Jangan membeli bensin pada SPBU yang sedang mengisi ulang tangki bensin, karena kotoran dalam tangki penyimpanan akan terurai dan dapat langsung masuk ketangki kendaraan kita. 
  • Usahakan tangki kendaraan jangan sering-sering kosong, karena akan cepat sekali berkarat. 
  • Jangan sembarangan membeli bensin eceran, karena bisa jadi sudah dicampur dengan cairan yang lain. 
  • Belilah premium dipagi hari, kalau bisa sekitar jam 2 dini hari, saat premium belum memuai dan dalam keadaan yang paling dingin.

2.        PERTAMAX
Pertamax, seperti halnya Premium, adalah produk BBM dari pengolahan minyak bumi. Pertamax dihasilkan dengan penambahan zat aditif dalam proses pengolahannya di kilang minyak. Pertamax pertama kali diluncurkan pada tahun 1999 sebagai pengganti Premix 98 karena unsur MTBE yang berbahaya bagi lingkungan. Selain itu, Pertamax memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan Premium. Karakteristik Pertamax:

  • Ditujukan untuk kendaraan yang menggunakan bahan bakar beroktan tinggi dan tanpa timbal. 
  •   Untuk kendaraan yang menggunakan electronic fuel injection dan catalyc converters.
  • Mempunyai Nilai Oktan 92 
  • Bebas timbal 
  •  Ethanol sebagai peningkat bilangan oktannya 
  • Menghasilkan NOx dan Cox dalam jumlah yang sangat sedikit dibanding BBM lain.



Perbedaan pertamax dengan premium bagi performa mesin motor:



Motor dengan spesifikasi bahan bakar Pertamax jika menggunakan Premium » performa mesin + umur pakai mesin menurun. Motor dengan spesifikasi bahan bakar Premium jika menggunakan Pertamax » tidak berpengaruh besar pada performa motor.

Bila kedua jenis bahan bakar tersebut dipakai tidak sesuai dengan spesifikasi bahan bakar yang dibutuhkan mesin maka performa menjadi menurun. Hal itu berpengaruh terhadap emisi gas buang dihasilkan yang tentunya juga berpengaruh terhadap lingkungan. Penggunaan Pertamax lebih irit meski beban yang diangkut motor berat. Sebab tidak ada detonasi dan menghasilkan tenaga yang besar. Beda dengan pemakaian Premium. Gas harus dipelintir dahulu sehingga lebih boros.

Perbedaan lainnya ada pada bau Pertamax yang lebih tajam lantaran menggunakan trik aromatic. Enggak hanya itu Pertamax juga lebih cepat menguap dibanding premium. Jika disulut api Pertamax akan lebih cepat menyambar ketimbang premium. Tapi jika dalam ruang bakar, Premium justru lebih mudah meledak (autoignition) dibanding Pertamax.

Sebenarnya penggunaan jenis bahan bakar apa pun harus disesuaikan dengan kebutuhan mesin agar didapat hasil yang optimal, efektif dan efesien

Mesin motor memerlukan jenis bensin yang sesuai dengan desain mesin itu sendiri agar dapat bekerja dengan baik dan menghasilkan kinerja yang optimal. Jenis bensin tersebut biasanya diwakili dengan angka / nilai oktan (RON), misalnya Premium ber-oktan 88, Pertamax ber-oktan 92 dan Pertamax Plus ber-oktan 95.

Tujuan mesin dibuat dengan perbandingan kompresi tinggi adalah untuk meningkatkan efisiensi (irit bahan bakar) dan menurunkan kadar emisi. Semakin tinggi angka oktan, maka harga per liternya pun umumnya lebih tinggi. Namun belum tentu bahwa jika mengisi bensin ber-oktan tinggi pada mesin motor kita, kemudian akan menghasilkan tenaga yang lebih tinggi juga.
Dianjurkan mengisi bensin sesuai nilai rasio kompresi (kecuali ada modifikasi lain). Semakin TINGGI nilai oktan, maka bensin semakin lambat terbakar (dikarenakan titik bakarnya lebih tinggi). Semakin TINGGI nilai oktan, maka bensin lebih sulit menguap (penguapan rendah). Bensin yang gagal terbakar (akibat oktan terlalu tinggi), bisa menyebabkan penumpukan kerak pada ruang bakar atau pada klep.



Berikut daftar bahan bakar motor dan mobil sesuai rasio kompresi yang saya ambil dari majalah MotoDream :

YAMAHA
Vega-R (9.3:1) Pertamax

Vega-ZR (9.3:1) Pertamax

Mio (8.8:1) Premium

Jupiter (9.0:1) Premium

F1ZR (7.1:1) Premium

RX-KING (6.9:1) Premium

YT 115 (7.2:1) Premium

RZR (7:01) Premium

Nouvo (8.8:1) Premium

Crypton (9.0 : 1) Premium

Yamaha Alfa (7.2 : 1) Premium

Yamaha RXZ (7.0 : 1) Premium

Jupiter-Z (9.3:1) Pertamax

Jupiter MX-135LC (10.9:1) Pertamax Plus

Scorpio-Z (9.5:1) Pertamax

VIXION (10.4:1) Pertamax/pertamax plus

Majesty 125 (11:01) Pertamax Plus

Scorpio (9.5:1) Pertamax



SUZUKI
Satria FU (10.2:1) Pertamax/pertamax plus

Shogun New FL125 Series (9.6 : 1) Pertamax

Shogun FD125 X (9,5 : 1) Pertamax

Thunder 125 (9.2 : 1) Premium/Pertamax

Spin 125 (9.6:1) Pertamax

SkyWave 125 (9.6 :1) Pertamax



KAWASAKI
Kawasaki Blitz R 53 mm x 50.6mm 111 cc 9.3 : 1 (Pertamax)

Kawasaki Athlete 56 mm x 50.6mm 124.6 cc 9.8 : 1 (Pertamax)

Kawasaki Ninja 250 62 mm x 41.2mm 2x 250 cc 11.5 : 1 (Pertamax Plus)

Kawasaki KLX 250 72 mm x 61,2mm 249cc 11 : 1 (Pertamax Plus)

Kawasaki Ninja RR 150 7.2 : 1 (Premium)

Kawasaki Kaze 9.3 : 1 (Pertamax)



HONDA
Honda GL 100 52 x 49.5mm 105.1 cc 9.2 : 1 (Pertamax)

Honda GL Max 56.5 x 49.5mm 124.1 cc 9.2 : 1 (Pertamax)

Honda GL Pro 61.0 x 49.5mm 144.7cc 9.2 : 1 (Pertamax)

Honda Supra 50.0 x 49.5mm 97.1 cc 8.8 : 1 (Premium)

Honda Tiger 63.5 x 62.2 mm 196.9cc 9.0 : 1 (Premium)

Honda Megapro 63,5 x 49,5 mm 156.7cc 9.0 : 1 (Premium)

Honda CS-1 58 x 47,2 mm 124.7 cc 10.7 : 1 (Pertamax Plus)

Honda Supra PGM FI 52,4 x 57,9 mm 124.8cc 9.0 : 1 (Premium)

Honda Blade 50 x 55,6 mm 109.1 cc 9.0 : 1 (Premium)

Honda Vario 10, 7:1 (Pertamax Plus)

Honda CBR 150 R 11:1 ( Pertamax Plus)

Honda Beat 125 9.2 : 1 (Pertamax)

Honda Scoopy 108 cc 9.2 : 1 (Pertamax)

Honda Absolute Revo 110 cc 9 : 1 (Premium)




Share

Tidak ada komentar:

Posting Komentar