Apakah kamu tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah
menurunkan air dari langit, maka diatur-Nya menjadi sumber-sumber di bumi
kemudian ditumbuhkannya-Nya dengan air itu tanaman-tanaman yang bermacam-macam
warnanya, lalu ia menjadi kering lalu Kami melihatnya kekuning-kuningan,
kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian
itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal.
(QS.Az-Zumar,39:21).
Alquran mengajak manusia untuk
mensyukuri hujan sebagai karunia yang diberikan Allah kepada makhluk-Nya. Dalam
Alquran surat Al Waaqi'ah ayat 68-70 Sang Khalik berfirman,''Maka terangkanlah
kepada-Ku tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya dari awan
ataukah Kami yang menurunkannya? Kalau Kami kehendaki, nisaya Kami jadikan dia
asin, maka mengapa kamu tidak bersyukur.''
Dalam surat An-Nahl ayat 10-11 Allah
SWT berfirman, ''Dialah yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu,
sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang
pada (tempat tumbuhnya) kamu mengembalakan ternakmu. Dia menumbuhkan bagi kamu
dengan air hujan itu tanaman-tanaman; zaitun, kurma, anggur dan segala macam
buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda
(kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.''
Yang tak kalah menarik untuk
dicermati, Alquran menjelaskan bahwa air hujan adalah ''tawar''. Dalam surat Al
Waaqi'ah ayat 68-78, Allah SWT secara tak langsung Allah SWT telah menyatakan
bahwa air hujan yang dinikmati umat manusia rasanya tawar. ''...Kalau Kami
kehendaki, niscaya kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak
bersyukur?''
Secara tegas dalam surat Al-Mursalat
ayat 27, penjelasan tentang air tawar dijelaskan secara tegas. ''...dan Kami
beri minim kamu dengan air yang tawar.'' Tak hanya tawar, air yang diturunkan
Allah SWT pun dijamin bersih. Dalam surat Al Furqan ayat 28, Allah SWT
berfirman,''... Kami turunkan dari langit air yang amat bersih.''
Proses Pembentukan Hujan dalam Alquran
Para saintis telah mempelajari
beragam jenis awan. Selain itu, kalangan ilmuwan juga meneliti proses
terbentuknya awan dan bagaimana hujan terjadi. Secara ilmiah, proses terjadinya hujan dimulai dari awan yang didorong angin. Awan
Cumulonimbus terbentuk ketika angin mendorong sejumlah awan kecil ke wilayah
awan itu bergabung hingga kemudian terjadi hujan.
Tentang fenomena pembentukan awan
dan hujan itu, Alquran pun menjelaskannya secara akurat. Simaklah Alquran surat
Annur ayat 43. ''Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian
mengumpulkan antara (bagian-bagian)-nya, kemudian menjadikannya
bertindih-tindih. Maka, kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya
dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari
(gumpalan-gumpalan awan, seperti) gunung-gunung. Maka, ditimpakan-Nya
(butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya
dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir
menghilangkan penglihatan."
Berdasarkan
pengamatan radar pembentukan hujan terhadi dalam tiga tahap.
''Pertama, pembentukan angin; kedua, pembentukan awan; ketiga, turunnya
hujan.
Jauh sebelum manusia mengetahui itu,
Allah SWT dalam surat Ar-Ruum ayat 48 berfirman, '' Allah, Dialah yang mengirim
angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit
menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu kamu
lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai
hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya tiba-tiba mereka menjadi gembira.
Ayat itu sangat
sesuai dengan pemantauan radar cuaca. Tahap pertama pembentukan hujan
dijelaskan lewat , ''Allah, Dialah yang mengimkan angin...'' Tahap kedua
dijelaskan dalam, ''...lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah
membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya
bergumpal-gumpal...'' Tahap ketiga, ''... lalu kamu lihat hujan keluar dari
celah-celahnya.''
Sungguh Allah SWT Mahakuasa atas
segala sesuatu.
"Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri." (QS.Yunus:44)
Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya... (QS.Al-Hadiid:21)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar