- Persiapkan busana
Busana disini maksudnya bukan jas
wisuda gan, melainkan busana seperti kebaya bagi perempuan, serta kemeja bagi
laki-laki. Alangkah lebih baik jika persiapan busana H-7 sudah dipersiapkan.
Terutama bagi yang nyewa busana nih, karena jika mendadak biasanya harga
cenderung dibandrol lebih mahal.
- Rapikan tempat kost
Nah, yang satu ini khusus
mahasiswa/mahasiswi yang nge-kost gan. Orangtua atau keluarga kan datang tuh.
Biasanya nih kalau ngekost suka sembarangan aja tuh. Naruh buku di kasur, naruh
handuk di kasur, naruh closet di kasur *eh. Setidaknya tunjukkan pada orangtua
bahwa kita juga bisa mandiri.
- Ikut gladi bersih
Wisuda gak ikut gladi bersih?
Helloooo. Gladi bersih ini penting banget gan. Kalau gak ikut bisa berabe deh
pokoknya. Mulai dari tempat duduk wisuda, jalan menuju panggung, dll akan
dilatih saat kita gladi bersih.
- Tentukan tempat penginapan
Ada kalanya seseorang terlahir dari
keluarga kecil, ada juga dari keluarga besar (jumlah anggota keluarganya
banyak). Kalau yang datang hanya orang tua saja, mungkin menginap di kost masih
bisa. Nah kalau yang datang orangtua, adik, kakak, bibi, paman, nenek, kakek,
cucu (What? Udah punya cucu?). Mencari tempat penginapan juga jangan mendadak.
Pengalaman teman ane gan, H-1 dia baru tempat penginapan. Alhasil dia kelabakan
karena dimana-mana udah keburuan di-booking sama wisudawan lain.
- Jangan make-up terlalu menor
Ingat gan, wisuda bukan acara untuk
tebal-tebalan make-up. Pakai make-up yang sesuai umur lah ya, kalau di salon
bisa request sama orang salonnya kalau make-up nya ga perlu tebal-tebal,
bulu mata sampe 6 lapis (duuuh, mau duet sama Syahrini?). Juga yang laki-laki.
Gak perlu lah pakai lipstick, foundation, dll. Mau wisuda apa mau
nikah??
- Ingat posisi tempat duduk
Kita semua tahu gan, jumlah
mahasiswa tidak hanya puluhan atau ratusan, tapi ribuan. Bayangin aja kalau
agan sampai lupa tempat duduk. Atau lupa kiri-kanannya misalnya. Aslinya dapet
tempat duduk nomor 22 salah di nomor 2222. Bayangkan kan bayangkaaan!
- Jangan pakai aksesoris
Ini untuk laki-laki maupun
perempuan. Agan tahu kan kostum wisuda? Besar dan obroh-obroh banget
gan. Jadi, gak perlu pakai gelang, kalung, dll. Percuma banget gan, gak akan
kelihatan.
- Jangan memakai sanggul terlalu tinggi
Hal ini untuk khusus untuk kaum
perempuan ya. Ini untuk menghindari sulit masuknya toga ke kepala, atau
menjadikan toga miring, bahkan sulit dipasang, dll.
- Jangan memakai sepatu hak yang terlalu tinggi
Ngantri saat naik ke panggung bisa
jadi memakan waktu yang agak lama. Memakai sepatu/sandal yang terlalu tinggi
juga sangat tidak dianjurkan. Setidaknya agar kaki kita tidak pegal, encok, dll
- Tentukan transportasi
Transportasi juga sangat penting
gan, mengingat tidak semua lokasi wisuda dekat dengan kost ataupun tempat
penginapan. Kita bisa patungan sama wisudawan lain untuk menyewa travel.
Syukur-syukur kalau orangtua kita punya mobil, motor, bahkan becak (seperti
Mbak Raeni, alumni UNNES dengan IPK terbaik yang diantar wisuda oleh bapaknya
naik becak) sangat disarankan untuk dibawa. Lebih hemat juga gan.
- Makan dan minum
Proses wisuda tidak hanya memakan
waktu satu atau dua jam saja. Bisa sampai berjam-jam. Memang sih disediakan
snack, tapi biasanya kita tuh kalau udah dandan, pake jas, dll terutama sebelum
naik ke panggung bawaannya males makan, takut belepotan, hahaha. Tapi lihat
situasinya juga gan, kalau bertepatan dengan bulan puasa dan waktu wisuda pagi
hari, sangat tidak disarankan untuk makan dan minum dulu, kecuali yang berhalangan.
- Buang air kecil/besar terlebih dahulu
Hal ini harus diperhatikan gan.
Jangan sampai waktu nama kita disebut terus kita kebelet. Duuh,
amit-amit deh. Kalau memang sebelum acara sudah kebelet jangan ditahan.
Segera meluncur ke toilet.
- Perbanyak senyum
Perbanyak senyum maksudnya bukan
dari tempat penginapan sampai selesai acara lho ya. Di acara wisuda kan
biasanya kita bertemu teman beda prodi, orangtua wisudawan lain, dll. Kalau
bertemu sekiranya senyum lah, terutama nih waktu kita naik ke atas panggung.
Bersalaman dengan rektor, dosen wali, maupun dosen lainnya sangat dianjurkan
untuk senyum.
- Hati-hati
Hati-hati maknanya luas banget gan.
Nah yang disini, maksudnya kalau kalian hendak jalan waktu ke atas panggung
tidak usah terburu-buru. Jalan yang bener, lihat depan, jangan sampai kesrimpet
karpet kemudian jatuh. Malu-maluin.
- Foto-foto
Dari 14 tips yang udah ane
sampaikan, mungkin tips ke-15 ini yang seakan “wajib” dilakukan saat wisuda.
Entah foto waktu diatas panggung, foto bersama wisudawan lain, serta foto
bersama keluarga. Abadikan momen ini gan, karena suatu hari kita pasti bakalan
kangen sama yang namanya kuliah. Foto bersama keluarga juga sangat recommended
. Ya itung-itung buat pengisi atau hiasan di kamar kita lah..
- Berkenalan dengan calon mertua
Ngeri ya gan bacanya? Hahaha. Ini
khusus untuk yang sudah ta’arufan dan mempunyai niat serius untuk ke jenjang
pernikahan. Saling memperkenalkan orangtua satu sama lain bisa dijadikan momen
yang pas, terutama bagi pasangan yang orangtuanya berbeda pulau. Misalnya
satunya dari Aceh, satu lagi dari NTT. Kan jauh banget tuh. Nah, manfaatkan deh
momen wisuda ini. Tunjukkan bahwa kita selain kita menyayangi anaknya kita juga
menyayangi keluarganya. Atau mungkin bagi yang sayang sama anaknya tapi belum
berani mengungkapkan inilah saatnya, bisa langsung di depan orangtuanya. Ecieee
J
- Persiapaan mental
Last but not least, perasaan campur
aduk saat wisuda jangan sampai membuat kita stress. Pikiran-pikiran seperti
setelah ini mau kerja dimana, kapan nikah, kapan punya anak sejenak
dikesampingkan dulu deh. Rileks lah, tenangin pikiran, fresh-kan otak baru
nanti setelah wisuda langsung do more.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar